Sefruit Kisahku
Aku adalah anak perempuan pertama yang lahir dari keluarga yang alhamdulilahnya berkecukupan dan memiliki satu adik perempuan, saya lahir di kota Kebumen tepatnya di sebuah desa kecil bernama desa Pandanlor pada tanggal 3 Agustus 2003. Aku dibesarkan oleh keluargaku dengan penuh kasih sayang. Semenjak kecil, aku sudah suka dan bersemangat ketika bersekolah. Waktu Tk aku sudah bisa meraih peringkat satu dan bagiku itu menjadi apresiasi tersendiri bagiku, di SD pun aku kembali meraih peringkat 3 besar sampai kelas 6 dasar.
Di kehidupan selanjutnya, aku melanjutkan sekolah di Mts Negeri 2 Kebumen dan masuk pesantren di Kebumen yang bernama Ponpes Darussalam di desa Adikarso. Pada waktu Mts kehidupan benar-benar sedang diuji dimana aku merasa tidak krasan di pondok hingga akhirnya waktu itu aku memutuskan untuk keluar dari pondok akan tetapi orang tuaku selalu menyemangati dan menahan untuk mencoba krasan di pondok dan pada akhirnya bertahan hingga aku lulus MAN.
Setelah 3 tahun di Mts Negeri 2 Kebumen aku kemudian melanjutkan jenjang sekolah di MAN 2 Kebumen yang letaknya tidak jauh dari pondoku. Aku merasa selama tinggal di pesantren aku banyak sekali mendapatkan pengalaman yang bahkan mungkin tidak orang lain bisa merasakan, banyak cerita dari yang sedih hingga senang semua pernah aku rasakan. Aku benar-benar belajar dari hal yang kecil mulai dari berlatih mandiri dalam kehidupan. Hingga aku banyak mendapatkan teman dari berbagai daerah. Banyak sekali cerita kehidupan di pesantren, ibarat kata aku dibesarkan di pesantren. Kalau bisa aku ceritakan di pesantren ini, tidak bisa aku temukan pesantren yang sama dengan pesantrenku di Darussalam.
Setelah lulus dari MAN kemudian saya memutuskan untuk kuliah di luar daerah dan berpindah pesantren. Awalnya saya berniat masuk ke Poltekes di Semarang dan Jogja, berbagai upaya sudah aku lakukan Namun, harapanku gugur setelah banyak penolakan dari Poltekes tersebut. Awalnya aku sudah ingin menyerah akan tetapi setelah mendapatkan dukungan dari teman dan orang tua akhirnya aku bisa bangkit kembali dan mencoba mengikuti Umptkin di UIN Raden Mas Said Surakarta, ternyata memang doa dan ridho dari orang tua sangatlah penting dan doanya mustajab. Akhirnya setelah aku tertolak SNMPTN, SPAN-Ptkin, dan PMDP akhirnya aku berhasil lolos di UM-Ptkin dengan pilihan prodi pertama yaitu Pendidikan Agama Islam. Dan di saat itulah aku merasa lega dan senang sekali.
Aku yang awalnya setelah lulus MAN ingin melanjutkan mondok di pesantren untuk nyalaf dan tidak melanjutkan kuliah ,namun kedua orang tuaku menyarankan untuk bisa melakukan keduanya yaitu mondok dengan kuliah, mungkin banyak orang disana yang berpikiran bahwa mondok dengan kuliah itu sulit dan berat, akupun pernah berpikiran seperti itu, tapi ternyata jika sudah dijalankan pasti terbiasa dan nikmatnya masyaallah sekali. Saat ini, aku masih tinggal di pesantren tepatnya Pondok Pesantren Al-Fattah. Di tempat ini aku dimana memulai kehidupan baru dan mengulang dari awal kembali untuk memperdalam ilmu agama.
Selama saya merantau dan tinggal di kota Solo ini, saya juga mengikuti orda yaitu IMAKE yang dimana anggotanya orang-orang kebumen atau lebih tepatnya yaitu sekumpulan mahasiswa dari kebumen dan berbahasa ngapak, jujur dengan adanya organisasi ini, aku merasa senang karena benar-benar bisa merasakan keluarga dengan para mahasiswa yang bahasanya sesama ngapak. Awalnya selama tinggal di Solo seperti terjadi culture shock karena bahasa di Solo berbeda sekali dengan bahasa di kebumen bahkan awalnya kesulitan dari mereka memahami bahasa ngapak, namun lama kelamaan tidak menjadi lagi permasalahan bahkan seperti memiliki keuinikan sendiri.
Banyak cerita dan pengalaman dalam hidupku yang sangat berharga, baik itu dari yang menyenangkan hingga yang menyedihkan tetapi saya tetap menjalaninya dengan banyak bersyukur karena apapun yang terjadi dalam hidup saya itu semua sudah diatur oleh Allah SWT, setiap orang pasti memiliki versi cerita masing-masing dan juga memiliki cara masing-masing untuk menjalani hidup di dunia ini.
Bagus, semoga senantiasa dapat istiqomah dalam berkarya.
BalasHapusAaminn terimakasih pak🙏
BalasHapus