Kapitalisme Pendidikan Islam di Era Masa Kini
Kapitalisme Pendidikan Islam di Era Masa Kini
Kapitalisme
sendiri merupakan suatu penyelenggaraan pendidikan berbasis paradigma
ekonomi-bisnis oleh perorangan atau sekelompok pemilik modal, yang berujung
pada pencarian profit di setiap kesempatan yang ada. Kapitalisme sendiri
menjadi produk globalisasi jika dikaitkan dengan pendidikan dan lebih tepatnya
pendidikan islam. Banyak masyarakat yang salah mengartikan bahwasannya
pendidikan islam merupakan kegiatan yang menjadikan islam sebagai identitasnya.
Namun kenyataanya kini pendidikan islam yang berkembang di masyarakat baru
sekedar menerapkan etika islam dalam pemanfaatannya istilah lainnya lembaga
pendidikan yang dikelola oleh kaum muslimin. Padahal seharusnya pendidikan
islam seharusnya bisa menghasilkan SDM yang berkualitas tinggi baik dari segi
ilmu pengetahuan teknologi maupaun dalam hal lainnya. Namun kenyataanya kini
yang terjadi masih melenceng dari tujuan pendidikan yang sebenarnya. Tujuan
pendidikan yang seharusnya yaitu untuk menyempurnakan manusia di dunia dan
akhirat melalui ilmu pengetahuan untuk memberi kebahagiaan sebagai jalan
mendekatkan diri kepada Allah.
Di Era kekinian
masih banyak sekolah atau madrasah yang bahkan mengalami problem atau adanya
kapitalisme, namun hal tersebut mestinya terjadi karena ada faktornya
diantaranya terbatasnya alokasi dana pendidikan, belum optimalnya apresiasi
personalitas pendidikan dan pengingkaran makna pahlawan tanpa tanda jasa.
Permasalahan dalam kapitalisme ini adalah pendidikan yang hanya mementingkan uang
namun mengabaikan kewajiban pendidikan dan hal ini biasanya terjadi di sekolah
atau lembaga yang menjanjikan pelayanan pendidikan , namun tidak sepadan dengan
uang yang dibayarkan oleh siswa. Jika dilihat dalam perspektif hadist seorang
guru atau pendidik seharusnya tidak selalu berorientasi pada uang atau jabatan
saja namu harus benar-benar mencintai pekerjaanya dan yang paling penting
adalah harus memiliki kompetensi yang tinggi supaya agar mampu menghasilkan
daya saing yang solid yang mampu mengatasi problem yang ada.
Kasus-kasus
kapitalisme sering dijumpai di sekolah yang masih belum negeri akan tetapi
mungkin sekolah yang sudah berbasis negeri juga masih terjadi masalah
kapitalisme. Selain masalah kapitalisme juga bersandingan dengan komersialisme
yaitu biaya pendidikan yang tinggi digunakan untuk fasilitas sarana dan
prasarana serta untuk memberikan gaji kepada tenaga pendidik menurut standar.
Sisa anggaran yang diperoleh kemudian digunakan kembali untuk menanam
infrastruktur. Hal ini yang menjadi permasalahan dalam proses pendidikan di
kalangan masyarakat tingkat rendah karena biaya pendidikan yang terlalu tinggi
namun siswa tidak mendapatkan hak yang layak dalam fasilitas , hal tersebut
bisa mmebuat siswa dalam proses pendidikan tidak mendapatkan hak yang
seharusnya dan tidak maksimal dalam proses pembelajaran. Mungkin karena
fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh sekolah belum maksimal akibat
kapitalisme dan komersialisme yang terjadi. Hal ini hanyalah menguntungkan bagi
pihak-pihak tertentu saja. Namun hal ini mestinya banyak pro dan kontranya.
Kapitalisme
pendidikan sudah melahirkan mental yang jauh dari cita-cita pendidikan sebagai
praktik pembebasan dan agenda pembudayaan , maka dari itu sekolah tidak
mengembangkan semangat belajar yang sesungguhnya. Dalam hal ini sekolah tidak
menanamkan kecintaan ilmu akan tetapi lebih menekankan pendidikan menurut
kurikulum yang telah di paket demi mendapatkan sertifikat yang digunakan
sebagai bukti untuk mendapatkan legistimasi bagi individu untuk memainkan
perannya di pasar kerja. Hal tersebut perlu di selesaikan. Pemerintah
seharusnya lebih memperhatikan dan bisa mengalokasikan dana pendidikan
nasional, karena dengan pengalokasian dana tersebut bisa menyelesaikan
permasalahan yang ada atau bisa memberikan pendidikan gratis kepada rakyat yang
belum sekolah dan menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi.
Sumber : Aryana Zahra, Artikel Pendidikan Islam Kontemporer
Komentar
Posting Komentar